Halaman

Sabtu, 07 September 2013

Cuka Pendamping Mantap #PempekPalembang


Setelah menulis cara membuat pempek, maka kali ini akan membahas tentang cara membuat Cuka Pempek.
Ini bukanlah tentang cuka putih yang dimaksud.
Ini kuah yang dipakai sebagai pendamping untuk makan pempek.
Kita mulai okeeh.... ˆ⌣ˆ

Bahan:
1. Gula merah (Gula aren/ gula batok) 500grm
Bahan-bahan Cuka
2. Garam
3. Cabe Rawit (tergantung dengan kadar pedas)
4. Bawang putih
5. Air 500ml
6. Asam jawa/perasan jeruk kunci/perasan jeruk lemon

Cara membuat:
 Rebus air di dalam panci, masukkan gula merah, dan gilingan bawang putih serta cabe rawit, pastikan gula merah larut dengan air, lalu tambahkan garam, serta asam jawa. Aduk2 agar tercampur rata. Setelah mendidih, matikan kompor.
picture : google.com
Untuk memudahkan, saring cuka agar terpisah dengan ampas cabe rawit dan bawang putih.


Selamat mencoba *,*

#PempekPalembang : Resep Ibu

 Hehehe... Kalau di TL selalu aja bercerita tentang #PempekPalembang , kali ini akan membahas sedikit resep dari ibu. heheh... ^,^
Beruntunglah buat teman-teman yang baca ini blog... 
Yang penasaran rasanya #PempekPalembang asli bisa coba buat sendiri... sepertinya budget bahan-bahannya murah *kecuali ikannya ya* ^,^

Semoga bermanfaat....

picture : google.com
Bahan:
1. Gilingan Ikan gabus/ikan tenggiri/ikan kacang-kacang/ikan kapas2
(Ikan kacang2 dan ikan kapas2 : baunya agak menyengat, terus wrn pempek gak putih, berbeda dengan ikan gabus dan ikan tenggiri akan lebih putih)
2. Gula 2sdt
3. Garam 1sdt
4. Air es 25ml
5. Tepung sagu (biasanya sering disebut dengan sagu tani, jangan sampe salah dengan tapioka)
6. Tepung terigu 2sdm
(Catatan: untuk menghasilkan pempek yang enak biasanya perbandingan ikan dan tepung sagu itu adalah 1:1, 1kg ikan :1kg tepung sagu)

Cara membuat:
- Masukkan ikan, gula, garam campurkan hingga rata. Pastikan semua tercampur rata. 
- Tambahkan tepung sagu perlahan sambil diaduk dan sedikit tepung gandum. 
   Adonan pempek jangan dibentuk hingga kalis, cukup jadikan satu dan tidak terlalu lengket atau benyek. 
Setidaknya bisa dibentuk menjadi lenjeran atau bulat-bulat kecil. Setelah itu dibentuk sesuai keinginan. 
- Siapkan panci dengan air untuk merebus, jangan terlalu penuh agar tidak meluber saat merebus pempek. Didihkan terlebih dahulu air di panci setelah mendidih masukan sedikit minyak goreng, agar adonan pempek yang akan direbus tidak menempel satu sama lain. 
- Masukkan pempek perlahan dan rebus hingga matang. Ciri bahwa pempek sudah matang adalah pempek akan mengapung di permukaan panci, bisa jg dicek dengan mengambil satu pempek lalu dibelah untuk melihat kematangan pempek.
- Kemudian pempek tiriskan. Dan dinginkan. Pempek bisa dinikmati dengan menggorengnya terlebih dahulu atau langsung dimakan.

Taraaaa Pempek siap untuk dimakan :D eh ada temannya lho untuk makan pempek ini biar makan mantap. Cuko : pendamping mantap makan #PempekPalembang

 Kalau masih bisa binggung bisa tanya2 ya :D
follow @RN_Arini *,*

Kamis, 05 September 2013

Jangan Ajari Mereka ....

"Aku dianu ayuk acha yang kelas 6" )*seseorang anak melaporkan perihal yang tidak menyenangkan kakak tingkatnya di sekolah kepada ibunya.
*(Aku dipukul kak acha dari kelas 6)

***
Pagi ini, suasana sekolah seperti biasa ramai lancar :D (seperti jalan raya ya). Kejadian pagi ini menyisakan sebuah pengalaman tentang sifat anak yang menjadi 11-12 dengan orang tua.

"Anak aku dianu acha dari kelas 6" seorang ibu tiba-tiba datang ke kantor guru sambil mengomel " dio laju dak galak sekolah lantak dianu kemaren"
Beberapa guru yang ada di ruang sekolah itu kaget dengan kedatangan ibu tersebut.
Lanjut cerita, kedua anak itu di pertemukan bersama saksi, si adek (korban) dan si kakak (tersangka) serta si teman kakak (saksi). Seorang Guru BK mengambil peran untuk menanyakan kebenaran dari ucapan Ibu si adik kepada si kakak.
Guru BK : kak, apo bener si kakak memukul si adek?
Si kakak : Idak bener bu.(Wajah si kakak mengeras di beberapa sudut mukanya)
Guru BK mengangguk.
Guru BK : dek, si kakak kemarin mukul sebelah mano?
Si adik : iyo bu
Guru BK : sebelah mano?
Si adik : sebelah sini (sambil menunjuk ke arah punggung)
Guru BK : berapo kali?
Si adik : duo kali, bu
Guru BK kemudian bertanya kepada si teman kakak.
Guru BK : teman kakak, apa benar kakak memukul si adik?
Teman kakak hanya menggeleng.
Guru BK : tidak boleh bohong ya?
Teman kakak hanya diam.

Guru BK kemudian hening, dan mengajak si Ibu adik berbicara empat mata. Penyelesaian kali ini sedikit berbeda dengan masalah-masalah sebelumnya. Karena si kakak berbohong. Sepertinya Guru BK memberikan pendekatan yang berbeda untuk menyikap kebenarannya.
Singkatnya, si kakak diberi sebuah treatment yang membuat si kakak berkata jujur.
"Aku idak mukul si adek bu, cuma nyenggol adek be 2 kali"
Mungkin dengan porsi badan si kakak yg besar membuat kata "nyenggol" terdengar miris.
Akhirnya perkelahian si kakak dan adik ini berakhir dengan sebuah surat perjanjian.

Well, mungkin surat perjanjian yang di tulis tidak mengajarkan untuk berhenti berbohong. Anak-anak kecil masih dalam tahap perkembangan diri, yah dimulai dengan perkembangan otak dan mental anak-anak.
Kita memberi masukan positif pada anak, maka anak akan berkembang menjadi pribadi yang baik dan positif. Begitu juga dengan sebaliknya. Berkata bohong akan mendidik anak untuk ikut berbohong kepada orang lain. Walaupun disini saya belum menjadi seorang ibu, setidaknya belajar dari berkata dengan adik saja, sudah mengajarkan kita untuk tidak meracuni orang lain dengan perbuatan dan kata-kata negatif.

Terima kasih semoga bermanfaat ^,^
*pelukcium*
 @RN_Arini

Selasa, 20 Agustus 2013

Pura-pura & Benci



Riak air yang semakin gemuruh ini sama besarnya dengan riak gemuruh hati yang tak terbendung. Bendungan besar yang aku bangun untuk menutup semua kegelisahan akan perasaan ini pun kemudian runtuh. Hancur. Bahkan kepingannya telah luluh lantak menjadi debu yang tertiup angin lembut. Melayang entah kemana. 
Ah!!!
Aku benci berpura-pura untuk tak mencintainya. Aku benci berusaha sekuat tenaga untuk tenang setiap mendengar namanya disebut. Pokoknya aku benci.
Angin dengan lembut selalu menyadarkan aku untuk bersikap sadar, tenang, bahkan membujukku untuk lebih tenang menatapnya.
Heh!!! berhenti menghindar dari semua rasa yang tersimpan. Bukankah rasa itu harus disampaikan. Aku mundur. aku mundur. dan aku mundur.
Lantas untuk apa selalu ada bersama???
Bukankah akan lebih menyakitkan? Membunuh rasa atau membuat hati menjadi hitam membusuk dengan kepura-puran ini??

Dengarkan. Aku benci ketika namanya disebut. Bahkan aku ingin memaki kenapa selalu menyebut namanya. Tak pernah sadarkah siapa yang selalu ada disaat yang seperti itu??

Aku berhenti berpura-pura. Aku berhenti memaki kenapa selalu ada namanya diingatan itu. Aku berhenti untuk menyimpan cinta yang menyakitkan.


follow @RN_Arini *,*

Senin, 12 Agustus 2013

MAU NGELAMAR??? Telepon Bapak aja ^.^
taken from google edited by RN Arini



Ini apa sih, pagi-pagi aromanya kok galau sih...
Eh bukan sih, ini bukan bagian dari GALAU ya... soalnya masa-masa galau itu sudah lewat. dan bukan masanya lagi... #IngetUmurSambilBawaCermin 
Tuh kan ...
terus apa donk sekarang? kena masa pancaroba? 
sepertinya iya deh, masa pancaroba kali ini adalah masa dimana .........

Masa peralihan dari musim hujan ke musim kemarau... Lah iki ngomongin opo sih... ^,^
wah satu per satu temen saya menginjak anak tangga yang baru...

Kenalan? Lamaran dan akhirnya MENIKAH... Yah menikah.
beberapa hari terakhir ini memang disekitar saya sedang bahas nih masalah MENIKAH. Sebenarnya ini adalah hal yang menyenangkan dalam membahas masalah pernikahan. Ada sisi dimana wejangan orang tua dan sahabat terdengar #PasKenaHatiku ada juga sisi dimana wejangan ini memunculkan teriakan kecil seperti "Aku Bosan dengan cerita Menikah, lah kan aku belom menemukan siapa yang serius denganku"

Hahahha... 
Klise banget kan ya, berasa kayak anak ABG yang masih labil.  Nah lho... nggak mungkin dan nggak mau juga kan menjadi anak ABG yang terus-terusan labil dan galau...

Baiklah...
Sisi-sisi positif dan menyenangkan dari bagian ini adalah bagaimana pola pikir seorang gadis berusian 23 tahun ini diuji. Hallah, gaya banget kan ya... ini lho yang akan menjadi sebagai acuan bagaimana pola pikir, kedewasaan serta keyakinan akan menjadi langkah yang pasti untuk memutuskan untuk menikah.

Seorang sahabat saya mengatakan " Ketika kamu yakin akan jodohmu, maka ia akan datang" 
"Ketika aku mencintai-Nya,dan Dia juga mencintai-Nya maka biarlah Allah yang menyatukan aku dan dia dibawah naungan cinta-Nya (˘ʃƪ˘) "

ini yang membuat hati tersaadar... dan seketika akan memperbaiki diri untuk menjadi pribadi  yang lebih baik. ^,^


so kapan???
taken from google ^^

"Semoga Desember 2013 nanti akan ada yang datang ^^ " *Aamiiin*


Yuk ngobrol @RN_Arini ^,^

Jumat, 09 Agustus 2013

Elegi Malam
by: Anonim

Tali kasih menjadi simpul satu hati
jiwa tenang melihat langit meratap
sendu
Gambaran jiwa yang terluka 
Kala bias cinta menghilang
Sang rembulan tak menyisahkan senyum

Terdiam dalam ruang sepi tak berteman
terlintas bayangmu melewati pikiranku
Larut dalam khayalan tak bertepi
Menanti cinta yang tak pernah ada
Waha dewi cinta,
Tepatkah kau menambakkan busur panah
Menunggu balasmu yang tak kunjung tiba

Wahai kau yang disana
Sadarkah disini ku mencinta
lewati musim bertepi
Menunggu kau hadir dalam setiap hari

Hingga satu masa kau 'kan hilang
dan kan terkenang 
Karena kau telah hadri dalam hati ini
Maafkan aku..
Maafkan aku yang selalu diam
menunggu dirimu hadir
Tiada kata yang terucap
Saat kau tak ada disampingku
Sepi mengalir di kesunyian
Terasa hampa tanpa bayangan 

Gelisah kurasa menemani senduku
Menyalami khayalku
Tinggalkan cerita
Saat sepi hati bicara

Tersadarku hanya bayangmu
yang datang hadir
menemani sendiriku 
menemai khayalku


Sabtu, 03 Agustus 2013

PENJAHAT NASTAR
Oleh : RN Arini

"Dinda.... Dinda.... Dinda" Suara ibu melengking nyaring di telingaku. Padahal aku sudah jelas-jelas memakai headset untuk menutup telingaku. "Ngapo nastarnyo lah tinggal setengah toples ??"

***
"Kita buat nastar yuk" Suara ibu dengan bersemangatnya memecah kesibukanku di depan laptop. He'eh tumben ya Ibu semangat masak kue di Ramadhan kali ini. 
"Serius dak ibu nak buat kue itu" Ujarku berbalik sambil menantap Ibu.
"Iyolah serius, mahal semua nih kue-kuenya. Yaya, besok kau belanjo di pasar, di tempat cino itu nah" Ibu sudah memberikan instruksinya kepada ayuk Rina yang tengah asyik bergadget ria langsung  mengangguk refleks. Padahal bisa kujamin Ayuk Rina nggak mendengarkan dengan seksama perintah Ibu. Haha Biarkan saja.
Aku kembali bersibuk-sibuk ria di depan laptop, mulai menjadi seorang youtubers hahaha itu apaan sih, nama penggila youtube buatan aku sendiri. Orang lain dilarang protes. hahah. Dan aku lebih tertarik dengan korean hahahha, ELF gitu lho... *sekali lagi diLarang PROTES*
 Dan kulirik ibu sudah kembali tertidur di sudut ruang tengah ini. Nikmatnya dunia di bulan Ramadhan karena tidurpun menjadi pahala.

***
Yeay! Sudah kulihat Ayuk Rina pulang dari pasar. Seperti biasa selain membeli bahan-bahan yang dituliskan oleh Ibu, pastinya ia juga selalu membeli bahan yang ia inginkan untuk eksperimen. Kadang-kadang agak abstrak juga nih ayuk Rina. hahah biarkanlah ia berkarya. Toh kalau nggak enak juga masih dimakan olehnya sendiri, dan kalau enak akan jadi santapan enak di buka puasa. hahaha... So pasti aku yang paling duluan buat makan.
Ibu sudah siap dengan alat dan bahan untuk membuat nastar. Kulihat dengan teliti ibu memperhatikan semua catatan yang dibuat waktu pelatihan di PKK hehehe... Sayangnya, aku tidak terlalu tertarik untuk ikut andil dalam masak-memasak. Lebih baik langsung makan aja daripada susah-susah masak. ahahha.
Ayuk Rina yang membantu ibu juga sudah siap dengan oven yang sudah di turunkan dari tahtanya, atas lemari piring. Ibu dengan perlahan menimbang bahan-bahan agar sesuai dengan resep.
"Tumben bu pake resep?" ujar Ayuk Rina
"Biar pas, dan enak..." Ibu menjawab singkat dan meneruskan menimbang agar sesuai takaran.
"Tolong pecahkan telurnya ya,Rin" ujar ibu "Pisahkan putih dan kuning telurnya, hati-hati jangan sampai tercampur ya"
Hahah... sudah aku duga ibu selalu cerewet dan ingin terlihat perfect  saat memasak. Biarkanlah aku disini kan hanya sebagai penonton mereka. 
Tercium sudah wangi adonan yang sudah ditambahin margarin dan butter. Wanginya. Pasti enak banget ini, gumamku.
Kulihat Ibu dan Ayuk Rina masih asyik membuat nastar dengan membaginya dalam adonan kecil-kecil. Menyelipkan selai nanas yang enak di dalam adonannya. 
Ibu sudah siap untuk memasukan adonan dalam loyang ke dalam oven. wah, Nastar ini menggoda imanku. dengusku bahagia.
Sayangnya, ini masih puasa, andai saja......
****
"Kenapa nastar dalam toples sudah setengah ini?" Suara ibu ku dengar jelas. 
"Bukan ayuk yang makan. Kemarin sahur cuma cicip sikok bae bu" 
"Ayuk jugo cuma duo, pas pertamo makan belom keraso enaknyo, pas makan keduo baru keraso enaknyo"
Kudengar ibuku sedang berbicara dengan kedua mbak ku di dapur. Aku sedang enggan menuju dapur untuk mencari tahu apa yang sedang terjadi.
"Diiiindaaaaaa" 
Kutoleh ibuku di depan pintu kamarku, sepertinya beliau sudah mencium gelagat tak enak dari diriku. 
"eh, ngapo bu?" wajah innocent yang aku perlihatkan sepertinya tidak ampuh untuk situasi saat ini,
"Kau kemarin makan berapo nastarnyo?" Selidik ibu
"sikok bu" jawabku singkat
"yakin cuma sikok?" ibuku semakin mendelik menyelidikiku.
Aku sudah tahu pastinya ibu tidak yakin kalau aku hanya makan satu. 
"he'eh iyo bu sikok tapi banyak" ujarku lugu
"Hwaaaah Penjahat nastar" teriak kedua mbakku dari belakang ibuku.
=,= Sudah kupastikan sedetik kemudian aku kena sembur ibuku. Soalnya aku sudah menghabiskan setengah toples nastar dirumah. Abisnya enak sih. *Persis mirip nastar yang di tipi-tipi*


*sikok : Satu (bahasa palembang)
Ayuk : Mbak (Bahasa Palembang)
Ngapo: Kenapa, mengapa



Yuk!!! Ngobrol bersama @RN_Arini ^,^