Halaman

Selasa, 20 Agustus 2013

Pura-pura & Benci



Riak air yang semakin gemuruh ini sama besarnya dengan riak gemuruh hati yang tak terbendung. Bendungan besar yang aku bangun untuk menutup semua kegelisahan akan perasaan ini pun kemudian runtuh. Hancur. Bahkan kepingannya telah luluh lantak menjadi debu yang tertiup angin lembut. Melayang entah kemana. 
Ah!!!
Aku benci berpura-pura untuk tak mencintainya. Aku benci berusaha sekuat tenaga untuk tenang setiap mendengar namanya disebut. Pokoknya aku benci.
Angin dengan lembut selalu menyadarkan aku untuk bersikap sadar, tenang, bahkan membujukku untuk lebih tenang menatapnya.
Heh!!! berhenti menghindar dari semua rasa yang tersimpan. Bukankah rasa itu harus disampaikan. Aku mundur. aku mundur. dan aku mundur.
Lantas untuk apa selalu ada bersama???
Bukankah akan lebih menyakitkan? Membunuh rasa atau membuat hati menjadi hitam membusuk dengan kepura-puran ini??

Dengarkan. Aku benci ketika namanya disebut. Bahkan aku ingin memaki kenapa selalu menyebut namanya. Tak pernah sadarkah siapa yang selalu ada disaat yang seperti itu??

Aku berhenti berpura-pura. Aku berhenti memaki kenapa selalu ada namanya diingatan itu. Aku berhenti untuk menyimpan cinta yang menyakitkan.


follow @RN_Arini *,*

Senin, 12 Agustus 2013

MAU NGELAMAR??? Telepon Bapak aja ^.^
taken from google edited by RN Arini



Ini apa sih, pagi-pagi aromanya kok galau sih...
Eh bukan sih, ini bukan bagian dari GALAU ya... soalnya masa-masa galau itu sudah lewat. dan bukan masanya lagi... #IngetUmurSambilBawaCermin 
Tuh kan ...
terus apa donk sekarang? kena masa pancaroba? 
sepertinya iya deh, masa pancaroba kali ini adalah masa dimana .........

Masa peralihan dari musim hujan ke musim kemarau... Lah iki ngomongin opo sih... ^,^
wah satu per satu temen saya menginjak anak tangga yang baru...

Kenalan? Lamaran dan akhirnya MENIKAH... Yah menikah.
beberapa hari terakhir ini memang disekitar saya sedang bahas nih masalah MENIKAH. Sebenarnya ini adalah hal yang menyenangkan dalam membahas masalah pernikahan. Ada sisi dimana wejangan orang tua dan sahabat terdengar #PasKenaHatiku ada juga sisi dimana wejangan ini memunculkan teriakan kecil seperti "Aku Bosan dengan cerita Menikah, lah kan aku belom menemukan siapa yang serius denganku"

Hahahha... 
Klise banget kan ya, berasa kayak anak ABG yang masih labil.  Nah lho... nggak mungkin dan nggak mau juga kan menjadi anak ABG yang terus-terusan labil dan galau...

Baiklah...
Sisi-sisi positif dan menyenangkan dari bagian ini adalah bagaimana pola pikir seorang gadis berusian 23 tahun ini diuji. Hallah, gaya banget kan ya... ini lho yang akan menjadi sebagai acuan bagaimana pola pikir, kedewasaan serta keyakinan akan menjadi langkah yang pasti untuk memutuskan untuk menikah.

Seorang sahabat saya mengatakan " Ketika kamu yakin akan jodohmu, maka ia akan datang" 
"Ketika aku mencintai-Nya,dan Dia juga mencintai-Nya maka biarlah Allah yang menyatukan aku dan dia dibawah naungan cinta-Nya (˘ʃƪ˘) "

ini yang membuat hati tersaadar... dan seketika akan memperbaiki diri untuk menjadi pribadi  yang lebih baik. ^,^


so kapan???
taken from google ^^

"Semoga Desember 2013 nanti akan ada yang datang ^^ " *Aamiiin*


Yuk ngobrol @RN_Arini ^,^

Jumat, 09 Agustus 2013

Elegi Malam
by: Anonim

Tali kasih menjadi simpul satu hati
jiwa tenang melihat langit meratap
sendu
Gambaran jiwa yang terluka 
Kala bias cinta menghilang
Sang rembulan tak menyisahkan senyum

Terdiam dalam ruang sepi tak berteman
terlintas bayangmu melewati pikiranku
Larut dalam khayalan tak bertepi
Menanti cinta yang tak pernah ada
Waha dewi cinta,
Tepatkah kau menambakkan busur panah
Menunggu balasmu yang tak kunjung tiba

Wahai kau yang disana
Sadarkah disini ku mencinta
lewati musim bertepi
Menunggu kau hadir dalam setiap hari

Hingga satu masa kau 'kan hilang
dan kan terkenang 
Karena kau telah hadri dalam hati ini
Maafkan aku..
Maafkan aku yang selalu diam
menunggu dirimu hadir
Tiada kata yang terucap
Saat kau tak ada disampingku
Sepi mengalir di kesunyian
Terasa hampa tanpa bayangan 

Gelisah kurasa menemani senduku
Menyalami khayalku
Tinggalkan cerita
Saat sepi hati bicara

Tersadarku hanya bayangmu
yang datang hadir
menemani sendiriku 
menemai khayalku


Sabtu, 03 Agustus 2013

PENJAHAT NASTAR
Oleh : RN Arini

"Dinda.... Dinda.... Dinda" Suara ibu melengking nyaring di telingaku. Padahal aku sudah jelas-jelas memakai headset untuk menutup telingaku. "Ngapo nastarnyo lah tinggal setengah toples ??"

***
"Kita buat nastar yuk" Suara ibu dengan bersemangatnya memecah kesibukanku di depan laptop. He'eh tumben ya Ibu semangat masak kue di Ramadhan kali ini. 
"Serius dak ibu nak buat kue itu" Ujarku berbalik sambil menantap Ibu.
"Iyolah serius, mahal semua nih kue-kuenya. Yaya, besok kau belanjo di pasar, di tempat cino itu nah" Ibu sudah memberikan instruksinya kepada ayuk Rina yang tengah asyik bergadget ria langsung  mengangguk refleks. Padahal bisa kujamin Ayuk Rina nggak mendengarkan dengan seksama perintah Ibu. Haha Biarkan saja.
Aku kembali bersibuk-sibuk ria di depan laptop, mulai menjadi seorang youtubers hahaha itu apaan sih, nama penggila youtube buatan aku sendiri. Orang lain dilarang protes. hahah. Dan aku lebih tertarik dengan korean hahahha, ELF gitu lho... *sekali lagi diLarang PROTES*
 Dan kulirik ibu sudah kembali tertidur di sudut ruang tengah ini. Nikmatnya dunia di bulan Ramadhan karena tidurpun menjadi pahala.

***
Yeay! Sudah kulihat Ayuk Rina pulang dari pasar. Seperti biasa selain membeli bahan-bahan yang dituliskan oleh Ibu, pastinya ia juga selalu membeli bahan yang ia inginkan untuk eksperimen. Kadang-kadang agak abstrak juga nih ayuk Rina. hahah biarkanlah ia berkarya. Toh kalau nggak enak juga masih dimakan olehnya sendiri, dan kalau enak akan jadi santapan enak di buka puasa. hahaha... So pasti aku yang paling duluan buat makan.
Ibu sudah siap dengan alat dan bahan untuk membuat nastar. Kulihat dengan teliti ibu memperhatikan semua catatan yang dibuat waktu pelatihan di PKK hehehe... Sayangnya, aku tidak terlalu tertarik untuk ikut andil dalam masak-memasak. Lebih baik langsung makan aja daripada susah-susah masak. ahahha.
Ayuk Rina yang membantu ibu juga sudah siap dengan oven yang sudah di turunkan dari tahtanya, atas lemari piring. Ibu dengan perlahan menimbang bahan-bahan agar sesuai dengan resep.
"Tumben bu pake resep?" ujar Ayuk Rina
"Biar pas, dan enak..." Ibu menjawab singkat dan meneruskan menimbang agar sesuai takaran.
"Tolong pecahkan telurnya ya,Rin" ujar ibu "Pisahkan putih dan kuning telurnya, hati-hati jangan sampai tercampur ya"
Hahah... sudah aku duga ibu selalu cerewet dan ingin terlihat perfect  saat memasak. Biarkanlah aku disini kan hanya sebagai penonton mereka. 
Tercium sudah wangi adonan yang sudah ditambahin margarin dan butter. Wanginya. Pasti enak banget ini, gumamku.
Kulihat Ibu dan Ayuk Rina masih asyik membuat nastar dengan membaginya dalam adonan kecil-kecil. Menyelipkan selai nanas yang enak di dalam adonannya. 
Ibu sudah siap untuk memasukan adonan dalam loyang ke dalam oven. wah, Nastar ini menggoda imanku. dengusku bahagia.
Sayangnya, ini masih puasa, andai saja......
****
"Kenapa nastar dalam toples sudah setengah ini?" Suara ibu ku dengar jelas. 
"Bukan ayuk yang makan. Kemarin sahur cuma cicip sikok bae bu" 
"Ayuk jugo cuma duo, pas pertamo makan belom keraso enaknyo, pas makan keduo baru keraso enaknyo"
Kudengar ibuku sedang berbicara dengan kedua mbak ku di dapur. Aku sedang enggan menuju dapur untuk mencari tahu apa yang sedang terjadi.
"Diiiindaaaaaa" 
Kutoleh ibuku di depan pintu kamarku, sepertinya beliau sudah mencium gelagat tak enak dari diriku. 
"eh, ngapo bu?" wajah innocent yang aku perlihatkan sepertinya tidak ampuh untuk situasi saat ini,
"Kau kemarin makan berapo nastarnyo?" Selidik ibu
"sikok bu" jawabku singkat
"yakin cuma sikok?" ibuku semakin mendelik menyelidikiku.
Aku sudah tahu pastinya ibu tidak yakin kalau aku hanya makan satu. 
"he'eh iyo bu sikok tapi banyak" ujarku lugu
"Hwaaaah Penjahat nastar" teriak kedua mbakku dari belakang ibuku.
=,= Sudah kupastikan sedetik kemudian aku kena sembur ibuku. Soalnya aku sudah menghabiskan setengah toples nastar dirumah. Abisnya enak sih. *Persis mirip nastar yang di tipi-tipi*


*sikok : Satu (bahasa palembang)
Ayuk : Mbak (Bahasa Palembang)
Ngapo: Kenapa, mengapa



Yuk!!! Ngobrol bersama @RN_Arini ^,^

NastarON...

Yang Ngiler ngacung ~,~

Nastar pertamaku ~,~


Heihoo.... 
Agustus menjadi awalan yang sangat menyenangkan ya... Iya donk so pasti kan ya... 
Lalala...
Sebentar lagi akan lebaran yeyeye....
#Apasih
Kali ini akan bagi - bagi resep Nastar SPECIAAAAL ala emak dan anak *hihiiihi*


Sebenarnya ini juga sudah di posting di beberapa blog dan web tentang resep kue kering, hehhe biarin aja yang enak buatanku sih *Maklum perdana buat nastar dengan tangan sendiri, emak cuma nunjuk2 heheh*

Siap???
Asyiiik....
Jangan lupa beli dulu bahan-bahan untuk membuat nastar ya... hehehe.
Hari sebelumnya sudah membuat selai nanasnya, asli NO Pewarna dan Pemanis buatan. Oiya untuk membuat selai nanas ini yang jago buat si emak ^,^ heuheuheu
Tapi resepnya teuteup dikasih kok yayaya....


Untuk selai nanas :
Selai nanasnya on ActiON
- Siapkan 2 buah nanas ukuran sedang 
Jangan lupa itu nanas dikupas dulu hehhe... - dicuci bersih dengan air panas dan taburi garam lalu  masukin kulkas biar enak dimakan #eeh *ngawur*- 
- Setelah dicuci bersih potong kecil-kecil lalu di blender sampai halus ya...
- Siapkan panci untuk memasak nanas ya.
- Gula 100 gram 
Kadar manis ini juga disesuaikan dengan kamu. ^^,
- Tambahkan Kayu manis, air lemon
- Aduk hingga masak dan airnya tinggal sedikit. Gunakan api kecil agar tidak gosong ya ^,^






Nastar SPECIAAAALLL :
Lalala...
Lanjutkan dengan membuat nastar....
cek cek cek...
- Margarin 200 gram *berdasarkan uji coba dan berhasil* ^,^/
- Mentega 50 gram
- Gula halus 50 gram 
- Kuning Telur 2 butir
- Susu bubuk 50 gram
- Tepung terigu rendah protein (Kunci biru) 250 gram
- Maizena 75 gram 
- Keju kraft (diparut)
- 1 butir kuning telur untuk bahan olesan

Cara Memasaknya :
- Margarin, mentega dan gula halus di mixer hingga rata
- Tambahkan kuning telur, lanjutkan di mixer
Yeay! Sudah jadi nastar SPECIIIAAALLLL ^,^
- Masukan susu bubuk, terigu dan keju kemudian di aduk rata jangan di mixer lagi ya ^.^
- Buat adonan menjadi kecil kemudian sisipkan juga selai nanas di dalamnya. Lakukan hingga adonan habis
- Siapakan Oven dengan temperature 150C hingga matang selama 12 menit. Biarkan dingin sejenak
- Oleskan kuning telur pada nastar kemudian bakar lagi dengan suhu 150C selama 20 menit. 
 Lalu angkat nastar dari oven dan kemudian dinginkan ^,^



ngobrol bareng yukk..... @RN_Arini