Halaman

Tampilkan postingan dengan label flash fiction. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label flash fiction. Tampilkan semua postingan

Rabu, 01 Januari 2014

Let's Move On

"Tulisan ini diikutkan dalam #FF #CrazyLove @dylunaly ^.^9
 

Petakan mimpi, beranikan melewati jalannya, bebaskan rasa mari rayakan kehidupan!

Gue menghela nafas panjang. Yah, Gue harus move on . Gue harus bisa melupakan Randi. Percaya deh semua yang dikatakan orang-orang bahwa sekuat apapun melupakan akan membuat makin sakit, yang penting relakan yang bukan milikmu. Ah, klise banget kan. Gue segera membereskan barang-barang pemberiannya dimulai dari gelang, hingga sebuah boneka yang bisa diukur setinggi gue.  

Sudah cukup gue mogok makan nasi, bisa-bisa gue makin kurus, dengus gue.

Hubungan gue dan Randi memang terbilang manis, ya manis seperti gula-gula yang bisa bikin anak-anak kecil ketagihan. Sudah dua bulan gue meringkuk perih dengan luka patah hati gue hingga akan akhir tahun. Itu artinya sebentar lagi tahun baru dan gue tetep sayang sama Randi. Ah, pemuda itu selalu bisa saja membuat gue senyum-senyum. Tapi semua berlalu, gue mengibaskan tangan untuk tidak mengingatnya. 

Mari lupakan Randi.
 
Jam dinding di kamar gue sudah menunjukkan pukul tujuh malam, gue sudah punya janji dengan para Gank Rombeng untuk meramaikan tahun baru. Yah, ini kesempatan gue untuk menunjukkan kalau gue sudah bisa move on.  Kegembiraan para Gank Rombeng menyambut gue sudah tergambar jelas di otak gue. Yah gue siap. Gue siap. Langsung gue mempersiapkan diri gue.

****

“Asyiiik miss Broken-heart is Back” serbu Gank Rombeng
Sial! Gue hanya melempar senyum kecut pada mereka.

 “Gue udah gerak move on nih, jadi No Randy No cry”

Pernyataan terakhir gue disambut gelak tawa yang riuh ramai. Kami sudah siap menyambut tahun baru, ketika mata gue menatap sosok familiar yang masih membekas. Randi? Rully? Selamat ya.

Rabu, 11 Desember 2013

[AGAIN] I See You Again



“Tulisan ini diikutsertakan dalam “Birthday Giveaway “When I See You Again” di blog: http://itshoesand.wordpress.com “



Drrrrr... Drrrrr.... Drrrr......
Lampu LED di Blackberry ku berkedap kedip. Getarannya membuatku mengalihkan padanganku dari kertas-kertas jawaban siswa. Fadli. Aku selalu menghela nafas berat ketika membaca pesan singkat darinya ini. Baru-baru ini Fadli rutin mengirimku pesan. Dari mulai menanyakan kabar hingga berbasa-basi yang tak jelas.
Dan berhasil menguak luka yang hampir saja mongering.